JAKARTA – HYROX menjadi salah satu olahraga yang tengah naik daun di kalangan fitness enthusiast di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kompetisi ini menggabungkan lari dengan rangkaian latihan fungsional (functional fitness) sehingga menawarkan tantangan yang berbeda dibandingkan ajang lari maupun kompetisi kebugaran pada umumnya.
Melansir laman HYROX, kompetisi ini pertama kali diluncurkan di Hamburg, Jerman, pada 2017. Sejak diperkenalkan, ajang ini berkembang pesat dan kini telah digelar di lebih dari 30 kota di sedikitnya 11 negara. Pada musim kompetisi 2022/2023 saja, lebih dari 90.000 atlet tercatat mengikuti perlombaan HYROX di berbagai belahan dunia.
Kompetisi ini digagas oleh Christian Toetzke, penyelenggara ajang olahraga massal asal Jerman, bersama peraih tiga medali Olimpiade sekaligus juara dunia hoki lapangan, Moritz Fürste, serta pakar pemasaran Michael Trautmann. Ketiganya merancang HYROX sebagai kompetisi kebugaran yang dapat diikuti oleh atlet profesional maupun masyarakat umum.
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas HYROX meningkat signifikan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Sejumlah penyelenggaraan bahkan mampu menarik puluhan ribu peserta serta penonton, menjadikannya salah satu ajang fitness racing terbesar di dunia.
Salah satu daya tarik HYROX adalah konsepnya yang inklusif. Berbeda dengan beberapa kompetisi kebugaran lain, HYROX tidak mewajibkan peserta memiliki kualifikasi khusus sebelum bertanding. Selain itu, tidak ada batas waktu penyelesaian (cut-off time), sehingga peserta dapat menyelesaikan lomba sesuai kemampuan masing-masing.