Penyelenggara menyatakan protokol medis dan biokontainmen sebenarnya telah disiapkan untuk menjaga keselamatan peserta. Namun, dalam kasus Wietrzyk, terdapat ambiguitas mengenai bagaimana aturan tersebut seharusnya diterapkan.
HYROX mengakui berbagai pertanyaan dan kekecewaan yang disampaikan komunitasnya sebagai sesuatu yang wajar. Mereka pun berjanji meninjau kembali kejadian tersebut dan memperbaiki prosedur agar dapat menghadapi situasi serupa di masa mendatang.
Kontroversi bermula setelah Wietrzyk mengalami insiden tersebut dalam perlombaan elit putri pada 12 dan 13 September. Atlet yang juga merupakan duta global PUMA itu tetap melanjutkan kompetisi hingga melewati delapan stasiun dan finis sebagai pemenang divisinya.
Rekaman dan foto kejadian kemudian beredar di berbagai platform media sosial serta forum kebugaran. Reaksi publik pun terbelah, mulai dari mereka yang mengapresiasi kegigihan Wietrzyk hingga pihak yang mempertanyakan aspek kebersihan, keselamatan, dan keadilan bagi peserta lain.
Selain menjelaskan soal protokol, HYROX juga meminta komunitasnya membedakan kritik terhadap penyelenggara dengan serangan kepada Wietrzyk.