JAKARTA - Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk, menjadi sasaran sorotan setelah mengalami buang air besar tanpa sengaja saat bertanding di Beijing, China. Di tengah ramainya kritik terhadap insiden tersebut, pihak HYROX justru meminta publik tidak mengarahkan kemarahan maupun tindakan intimidasi kepada sang atlet.
Wietrzyk diketahui tetap melanjutkan perlombaan meski mengalami insiden tersebut. Atlet berusia 22 tahun itu bahkan berhasil menyelesaikan seluruh delapan stasiun dan keluar sebagai pemenang kategori elit putri.
Rekaman kejadian kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu perdebatan. Sebagian netizen mengapresiasi kegigihan Wietrzyk untuk menyelesaikan pertandingan, sementara lainnya mempertanyakan keputusan untuk tetap membiarkannya bertanding dari sisi kebersihan, keselamatan, dan kenyamanan peserta lain.
Menanggapi situasi tersebut, HYROX meminta kritik diarahkan kepada penyelenggara jika publik menilai ada kesalahan dalam penanganan insiden, bukan kepada atlet yang mengalaminya.
"Rasa frustrasi seharusnya tidak pernah diarahkan kepada para atlet itu sendiri. Merekalah orang-orang yang mempertaruhkan diri, berkompetisi di level tertinggi, dan menjadikan kompetisi seperti sekarang ini," kata HYROX dalam pernyataannya.