Meski pagi hari dianggap sebagai waktu yang ideal, bukan berarti setiap orang harus BAB setiap pagi.
Pola BAB yang normal cukup beragam. EatingWell mencatat bahwa frekuensi BAB yang masih dapat dianggap normal berkisar dua kali sehari hingga tiga kali seminggu.
Jadi, yang lebih penting bukan sekadar seberapa sering kamu BAB, tetapi apakah buang air besar berlangsung teratur, nyaman, dan tuntas. Bahkan, seseorang bisa BAB setiap hari tetapi masih mengalami sembelit jika tinja tidak keluar dengan tuntas.
Selain waktu dalam sehari, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa sering dan kapan seseorang BAB seperti yang telah dilansir dari Eating Well.
Asupan makanan, terutama makanan tinggi serat, dapat merangsang aktivitas usus. Serat juga membantu menambah volume tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Sebaliknya, kurang mengonsumsi serat dapat meningkatkan risiko sembelit. Asupan cairan juga penting karena dehidrasi dapat membuat usus menyerap lebih banyak air dari tinja sehingga teksturnya menjadi lebih keras.