JAKARTA - Sakit kepala bisa muncul kapan saja. Kurang tidur, stres, terlalu lama menatap layar, sampai kurang minum dapat membuat kepala terasa berdenyut atau berat. Saat kondisi ini datang, sebagian orang mungkin langsung mencari obat pereda nyeri.
Namun, ada cara sederhana lain yang bisa dicoba untuk membantu membuat tubuh lebih rileks, yaitu menikmati secangkir teh.
Menurut Health, teh berpotensi membantu meredakan sakit kepala, terutama karena dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan memberikan efek relaksasi. Meski begitu, jenis teh dan respons setiap orang terhadap kandungannya bisa berbeda. Ada teh yang justru dapat memperburuk sakit kepala pada orang tertentu.
Lalu, teh apa saja yang bisa dicoba? Yuk, simak ulasannya seperti yang telah dilansir dari Health.
Teh peppermint atau teh daun mint bisa menjadi salah satu pilihan ketika kepala terasa tidak nyaman. Peppermint mengandung mentol yang diketahui memiliki efek menenangkan dan dapat membantu membuat otot lebih rileks. Efek tersebut berpotensi membantu meredakan sakit kepala akibat ketegangan atau yang dikenal sebagai tension headache.
Selain diminum hangat, aroma mint yang menyegarkan juga bisa membuat tubuh terasa lebih rileks. Jadi, tidak ada salahnya menikmati secangkir teh peppermint sambil beristirahat sejenak dari aktivitas.
Teh jahe juga bisa menjadi pilihan, terutama jika sakit kepala disertai rasa mual atau perut yang tidak nyaman.
Jahe memiliki sifat anti peradangan dan dapat membantu meredakan mual. Karena itu, minuman ini berpotensi memberikan rasa nyaman bagi orang yang mengalami sakit kepala yang disertai gangguan pada pencernaan.
Kamu bisa menikmati teh jahe dalam kondisi hangat. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak menambahkan gula agar manfaat minuman tetap lebih optimal.
Buat kamu yang sering mengalami sakit kepala ketika sedang stres atau terlalu banyak pikiran, teh lavender mungkin bisa dicoba.
Lavender dikenal memiliki sifat menenangkan. Minum teh lavender sambil mengambil waktu untuk beristirahat dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Kondisi yang lebih tenang ini pada akhirnya berpotensi membantu mengurangi sakit kepala yang berkaitan dengan stres.
Meski begitu, penelitian mengenai manfaat teh lavender secara khusus untuk sakit kepala masih membutuhkan bukti lebih lanjut.
Selama ini, teh kerap dianggap sebagai minuman yang aman ketika kepala sedang terasa sakit. Namun, tidak semua jenis teh cocok untuk setiap orang.
Mengutip Health, beberapa jenis teh, seperti teh hitam, matcha, oolong, dan Earl Grey, mengandung kafein. Dalam jumlah tertentu, kafein justru dapat membantu meredakan sakit kepala pada sebagian orang karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang sebelumnya melebar.
Masalahnya, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat memicu sakit kepala pada orang tertentu. Konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan. Ketika asupan kafein tiba-tiba dikurangi, seseorang dapat mengalami gejala putus kafein, termasuk sakit kepala dan tubuh terasa kurang berenergi.
Kafein juga dapat mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur. Padahal, kurang tidur sendiri bisa menjadi salah satu pemicu sakit kepala.
Karena itu, jika sedang mencari minuman untuk membantu meredakan sakit kepala, teh herbal tanpa kafein bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Salah satu alasan teh dapat membantu ketika sakit kepala muncul sebenarnya cukup sederhana, yakni kandungan cairannya. Kurang cairan atau dehidrasi ringan dapat memicu sakit kepala. Dengan minum teh, tubuh mendapatkan tambahan cairan sehingga kebutuhan hidrasi harian lebih mudah terpenuhi.
Meski begitu, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Teh sebaiknya dianggap sebagai salah satu pilihan minuman, bukan pengganti air putih sepenuhnya.
(Agustina Wulandari )