JAKARTA — Situasi bencana seperti erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memicu rasa cemas dan membuat sebagian orang kesulitan beristirahat. Kekhawatiran mengenai kondisi lingkungan, keselamatan keluarga, hingga perkembangan erupsi dapat membuat pikiran terus aktif meski tubuh sudah lelah.
Kecemasan yang muncul menjelang waktu tidur dapat membuat seseorang sulit memejamkan mata atau terbangun berkali-kali. Jika berlangsung terus-menerus, kurang tidur juga dapat membuat tubuh semakin lelah dan kecemasan terasa lebih berat.
Karena itu, penting untuk membantu tubuh dan pikiran kembali rileks sebelum tidur. Melansir Health Partners berikut sejumlah cara yang dapat dicoba agar bisa tidur nyenyak.
Ketika rasa cemas muncul, tubuh dapat berada dalam kondisi lebih waspada sehingga sulit memasuki fase tidur. Teknik relaksasi dapat membantu menurunkan ketegangan sebelum beristirahat.
Salah satunya adalah mengatur pernapasan. Anda dapat mencoba menarik napas secara perlahan menggunakan diafragma, kemudian mengembuskannya dengan tenang. Teknik pernapasan 4-7-8 juga dapat dicoba dengan menarik napas selama empat detik, menahannya selama tujuh detik, lalu mengembuskannya selama delapan detik.
Selain pernapasan, relaksasi otot progresif dapat dilakukan dengan menegangkan dan kemudian mengendurkan kelompok otot secara bertahap, mulai dari bagian tubuh tertentu hingga seluruh tubuh.
Meditasi, yoga ringan, serta imajinasi terbimbing juga dapat menjadi pilihan. Dalam imajinasi terbimbing, bayangkan suasana atau tempat yang membuat Anda merasa aman dan nyaman untuk membantu mengalihkan pikiran dari sumber kecemasan.
Pikiran yang terus berputar menjelang tidur dapat membuat tubuh sulit rileks. Menuliskan hal-hal yang mengganggu pikiran dapat menjadi salah satu cara untuk mengelolanya.
Sediakan buku catatan di dekat tempat tidur. Sebelum tidur, tuliskan berbagai kekhawatiran, hal yang perlu dilakukan keesokan hari, atau rencana untuk menyelesaikan persoalan tertentu.
Kebiasaan tersebut dapat membantu membuat pikiran lebih teratur sehingga Anda tidak perlu terus memikirkan berbagai hal ketika sudah berada di tempat tidur.
Lingkungan kamar turut memengaruhi kualitas tidur. Usahakan ruangan dalam kondisi gelap, sejuk, dan tenang ketika memasuki waktu tidur.
Jika suara dari lingkungan sekitar mengganggu, suara latar yang menenangkan atau white noise dapat digunakan. Merapikan kamar sebelum tidur juga dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Anda dapat menyiapkan pakaian untuk keesokan hari, merapikan meja kerja, atau membereskan barang-barang di sekitar tempat tidur. Rutinitas sederhana tersebut dapat membantu menenangkan pikiran sebelum beristirahat.
Berbaring di tempat tidur sambil terus memikirkan sesuatu justru dapat membuat tubuh semakin sulit rileks. Jika sudah mencoba tidur selama sekitar 20 menit tetapi masih terjaga dan gelisah, cobalah bangun sementara.
Lakukan kegiatan ringan yang menenangkan, seperti membaca buku, menggambar, atau aktivitas lain yang tidak terlalu merangsang pikiran. Setelah rasa kantuk mulai muncul, kembali ke tempat tidur.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)