Selain berpotensi mengganggu filtrasi, masker yang dibasahi juga dapat membuat pori-porinya menjadi lebih sempit. Kondisi tersebut dapat meningkatkan hambatan aliran udara sehingga pengguna bisa merasa lebih sulit bernapas.
Hal ini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi masyarakat yang harus menggunakan masker dalam waktu cukup lama saat berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
Menurut dr. I Wayan, prinsip membasahi masker mungkin digunakan dalam kondisi tertentu, misalnya sebagai bagian dari penanganan darurat oleh penolong korban ledakan atau kebakaran yang membutuhkan kelembapan.
Namun, penggunaan tersebut tidak dapat disamakan dengan penggunaan masker sehari-hari untuk menyaring abu vulkanik.
"Prinsip ini mungkin dipakai untuk kondisi darurat penolong korban ledakan atau kebakaran yang tujuannya menjaga kelembapan," ujarnya.