Bukan Cuma Olahraga, Lingkar Paha Ternyata Bisa Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung

Niko Prayoga , Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 13:05 WIB
Ilustrasi lingkar paha pengaruhi risiko penyakit jantung. (Foto: dok Magnific/KamranAydinov)
Share :

JAKARTA - Jika mendengar kata “Penyakit Jantung” mungkin yang langsung terbesit di benak kamu adalah olahraga kardio, merokok dan berbagai aktivitas lainnya yang bisa berpengaruh terhadap penyakit tersebut. Namun bagaimana jika ternyata hal sederhana seperti lingkar paha ternyata juga bisa mempengaruhi risiko penyakit jantung terhadap seseorang? 

Hal tersebut rupanya fakta dan terdapat penelitian ilmiahnya. Dokter sekaligus influencer kesehatan Adam Prabata dalam unggahan di akun Instagramnya mengungkapkan sebuah penelitian berjudul “Thigh Circumference and Risk of All-Cause, Cardiovascular and Cerebrovascular Mortality: A Cohort Study”. 

Penelitian tersebut mengemukakan bahwa ukuran lingkar paha ternyata memiliki pengaruh terhadap penyakit jantung. Dokter Adam mengatakan, dari penelitian itu terungkap bahwa kenaikan ukuran lingkar paha sebanyak satu centimeter bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Besaran risikonya sendiri berada di angka lima sampai enam persen lebih rendah.

“Lingkar paha adalah simbol kesehatan! Setiap kenaikan 1 cm lingkar paha menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 5-6% lebih rendah,” kata dr. Adam, dikutip Rabu (19/8/2026). 

Lingkar Paha Kecil Sebabkan Risiko Penyakit Jantung

Ia menjelaskan, dari terungkap hal di atas maka seseorang dengan lingkar paha di bawah 55 - 60 centimeter memiliki risiko kematian dini akibat penyakit jantung lebih tinggi. “Orang dengan lingkar paha kecil (di bawah 55-60 cm) memiliki risiko kematian dini akibat penyakit jantung yang lebih tinggi,” ucapnya.

Namun, lingkar paha dalam konteks ini bukanlah hanya sekedar lingkar paha biasa. Tetapi lingkar paha dengan otot yang terbentuk dan berisi di dalamnya, bukan lemak atau sekadar daging semata. 

Menurutnya, lingkar paha dengan massa otot yang cukup besar, mencerminkan massa otot tubuh secara keseluruhan. Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga mencerminkan kesehatan metabolik yang baik serta cadangan fisik yang kuat saat usia senja. 

“Mengapa bisa begitu? Lingkar paha mencerminkan massa otot paha yang merupakan indikator. (Pertama) massa otot tubuh keseluruhan, kesehatan metabolik yang lebih baik, cadangan fisik yang lebih baik saat usia lanjut,” tutur dr. Adam.

Maka dari itu dalam takarir unggahannya, ia bersama-sama untuk menjadikan fakta dari penelitian tersebut sebagian motivasi bersama untuk lebih giat berolahraga dan melatih otot paha.

“Motivasi agar lebih semangat olahraga,” pungkasnya

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya