Koleksi tersebut juga mengambil inspirasi dari falsafah “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, yang bermakna adat berlandaskan syariat dan syariat berlandaskan Kitabullah atau Al-Qur’an.
Bungo Ameh tersedia dalam enam pilihan warna. Lini perempuan terdiri atas prayer set yang mencakup mukena, sajadah, dan pouch, serta hijab. Sementara lini laki-laki berupa sarung.
Untuk mukena, SASKARA menggunakan kain satin silk yang disebut halus, lembut, dan tidak mudah kusut. Sajadahnya dirancang agar dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. Produk-produk tersebut juga dibuat dalam ukuran ringkas untuk memudahkan dibawa bepergian. Selain mukena, koleksi ini mencakup kerudung dan sarung dengan desain senada.
SASKARA berdiri pada 2018 dan sejak itu mengembangkan Koleksi Nusantara dengan mengangkat kekayaan budaya serta keindahan berbagai daerah Indonesia. Bungo Ameh menjadi bagian dari rangkaian tersebut, dengan Sumatera Barat dan kebudayaan Minangkabau sebagai sumber inspirasinya.
(Khafid Mardiyansyah)