Demi Kesehatan Mental, Dokter Sarankan Detox Media Sosial Setiap 1-2 Minggu

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 11:05 WIB
Social media detox. (Foto: Freepik)
Share :

KEBIASAAN membuka media sosial berkali-kali dalam sehari sering kali berlangsung tanpa disadari. Awalnya mungkin hanya ingin melihat satu unggahan atau membalas pesan, tetapi berujung pada waktu berjam-jam di depan layar.

Jika kebiasaan tersebut mulai membuat pikiran terasa penuh, mudah cemas, atau justru kehilangan energi, mungkin sudah saatnya mengambil jeda dari dunia maya. Detox dari media sosial pun penting kamu lakukan.

1. Kesehatan Mental

Mengambil jarak sejenak dari dunia maya atau social media detox kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan sebuah kebutuhan krusial untuk menjaga keseimbangan jiwa. Rehat sejenak dari riuhnya notifikasi terbukti mampu memberikan ruang bagi pikiran untuk kembali bernapas lega.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menuturkan bahwa langkah mengambil jeda ini memiliki dampak yang cukup bermakna. Utamanya bagi kesehatan mental seseorang.

“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detox media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” ungkap dr. Adam.

 

2. Durasi Detox Bisa Dilakukan Setiap 1-2 Minggu

Tekanan psikologis yang muncul akibat penggunaan media sosial secara berlebihan umumnya tidak terjadi tanpa alasan. Paparan visual, suara, serta informasi yang masuk tanpa henti secara bertubi-tubi kerap membuat otak bekerja ekstra keras tanpa ada kesempatan untuk beristirahat.

“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental. Durasi detox yang optimal bervariasi antar penelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” jelas dia.

Ketika seseorang berani menekan tombol logout atau mematikan notifikasi selama kurun waktu tersebut, ada banyak beban tak kasat mata yang perlahan terangkat. Detox media sosial bekerja dengan cara memutus rantai pemicu stres harian yang sering kali tidak kita sadari.

“Tujuan detox media sosial adalah mengurangi melihat notifikasi terus menerus, menurunkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menurunkan fomo (fear of missing out),” tambah dr. Adam.

Namun, mengosongkan waktu dari media sosial tentu akan meninggalkan ruang hening dalam rutinitas sehari-hari. Agar proses detox memberikan dampak yang benar-benar menyegarkan, waktu luang tersebut idealnya diisi dengan kegiatan nyata yang menutrisi fisik dan jiwa.

“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” jelas dr. Adam.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya