KEBIASAAN membuka media sosial berkali-kali dalam sehari sering kali berlangsung tanpa disadari. Awalnya mungkin hanya ingin melihat satu unggahan atau membalas pesan, tetapi berujung pada waktu berjam-jam di depan layar.
Jika kebiasaan tersebut mulai membuat pikiran terasa penuh, mudah cemas, atau justru kehilangan energi, mungkin sudah saatnya mengambil jeda dari dunia maya. Detox dari media sosial pun penting kamu lakukan.
Mengambil jarak sejenak dari dunia maya atau social media detox kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan sebuah kebutuhan krusial untuk menjaga keseimbangan jiwa. Rehat sejenak dari riuhnya notifikasi terbukti mampu memberikan ruang bagi pikiran untuk kembali bernapas lega.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menuturkan bahwa langkah mengambil jeda ini memiliki dampak yang cukup bermakna. Utamanya bagi kesehatan mental seseorang.
“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detox media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” ungkap dr. Adam.