Karena itu, dr. Mario menyarankan masyarakat yang ingin berhenti merokok mempertimbangkan Nicotine Replacement Therapy (NRT) atau terapi pengganti nikotin sebagai salah satu metode yang telah digunakan dalam dunia medis.
Terapi ini membantu mengurangi ketergantungan dengan memberikan asupan nikotin dalam dosis terukur tanpa paparan asap rokok maupun tembakau. Menurutnya, kombinasi antara tekad yang kuat dan terapi NRT dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok hingga dua kali lipat.
"Ini by data ya, salah satu lini pertama yang bisa dipakai itu namanya ini: NRT atau Nicotine Replacement Therapy. Ini tuh salah satu contoh untuk kontrol ketergantungan sama nikotin dan bantu kurangin tanda-tanda withdrawal," jelas dia.
Menurut dr. Mario, peluang tersebut bahkan bisa meningkat hingga lima kali lipat apabila terapi NRT dibarengi dengan pendampingan tenaga kesehatan.
"Nah, kalau NRT plus niat plus konsultasi, itu bisa sampai lima kali lebih tinggi. Jadi idealnya itu jangan jalan sendiri. Bisa mulai dari konsul ke dokter dulu, kayak spesialis paru, penyakit dalam, bisa juga ke kedokteran jiwa, atau cari yang namanya klinik UBM, Usaha Berhenti Merokok. Di puskesmas itu setahu gue ada juga," tuturnya.