JAKARTA — Banyak perokok merasa gagal berkali-kali saat mencoba menghentikan kebiasaan merokok. Kondisi ini kerap dianggap sebagai tanda kurangnya kemauan atau lemahnya mental. Padahal, menurut dokter, kesulitan berhenti merokok lebih banyak dipengaruhi oleh mekanisme ketergantungan nikotin dan pola kebiasaan yang telah terbentuk di otak.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Mario Johan, dalam unggahan video di akun Instagram miliknya menjelaskan bahwa kebiasaan merokok akan membentuk pola refleks yang membuat seseorang secara otomatis ingin merokok pada situasi tertentu.
"Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," kata dr. Mario.
Ia menambahkan, kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah mencoba berhenti merokok secara mendadak hanya dengan mengandalkan tekad.
Padahal, rokok maupun rokok elektronik (vape) menyalurkan nikotin ke dalam tubuh dengan sangat cepat sehingga memicu lonjakan dan penurunan kadar nikotin secara drastis. Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan serta munculnya gejala putus nikotin (withdrawal).