JAKARTA – Kebiasaan membunyikan atau "mengkretek" sendi kerap dianggap mampu meredakan pegal dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Namun, dokter mengingatkan bahwa jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko cedera pada ligamen yang menopang persendian.
Membunyikan buku-buku jari, leher, hingga punggung menjadi kebiasaan yang cukup umum dilakukan, terutama setelah beraktivitas seharian. Sensasi bunyi "krek" yang muncul sering kali memberikan rasa lega sehingga banyak orang melakukannya secara berulang.
Di balik sensasi tersebut, dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa kebiasaan mengkretek sendi tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya.
Menurut dr. Tirta, risiko utama dari kebiasaan tersebut bukanlah osteoartritis, melainkan cedera pada struktur penyangga sendi, terutama ligamen. Gesekan yang terjadi secara berulang dapat memicu peradangan pada jaringan tersebut.
"Sebenarnya bukan osteoarthritis-nya, tetapi bisa menyebabkan cedera pada persendian," kata dr. Tirta.
Ia menjelaskan, dampak buruk tersebut umumnya tidak langsung terasa, tetapi dapat muncul secara bertahap, terutama ketika kualitas ligamen mulai menurun seiring bertambahnya usia.
"Tapi kalau terlalu sering dilakukan terus-menerus, itu akan bergesekan tulangnya. Sehingga menyebabkan peradangan pada ligamen. Dan itu akan berbahaya ketika ligamennya sudah enggak bagus. Ligamen yang enggak bagus itu biasanya terjadi ketika tua. Makanya hindari mengkretek-kretekkan," jelasnya.