Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Gaya Hidup Urban Picu Risiko Cedera Sendi

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 27 April 2026 |17:30 WIB
Waspada! Gaya Hidup Urban Picu Risiko Cedera Sendi
Waspada! Gaya Hidup Urban Picu Risiko Cedera Sendi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Gaya hidup dinamis masyarakat urban Jakarta, mulai dari aktivitas olahraga yang semakin populer hingga tuntutan pekerjaan dengan postur tubuh yang kurang ideal, turut meningkatkan risiko cedera muskuloskeletal dan gangguan sendi. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas dan produktivitas sehari-hari.

Berdasarkan data World Health Organization, gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di dunia, dengan lebih dari 1,7 miliar orang terdampak secara global. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa penyakit sendi termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif hingga lanjut usia.

Di tingkat regional, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa keluhan nyeri otot dan sendi, termasuk low back pain dan gangguan lutut, menjadi salah satu alasan kunjungan yang cukup tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan primer, khususnya pada kelompok pekerja aktif di wilayah perkotaan.
Selain berdampak pada kesehatan individu, gangguan muskuloskeletal juga memiliki implikasi ekonomi. Menurut berbagai studi kesehatan global, kondisi ini berkontribusi terhadap penurunan produktivitas kerja akibat keterbatasan aktivitas dan absensi, terutama pada populasi usia produktif di wilayah urban dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta.

Tren Olahraga Meningkat

Tren olahraga seperti lari, pilates, dan padel kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Namun, peningkatan aktivitas fisik ini juga berbanding lurus dengan risiko cedera, seperti cedera ligamen lutut (ACL dan PCL), dislokasi bahu, hingga cedera pergelangan kaki. Di sisi lain, pekerja kantoran juga rentan mengalami nyeri punggung bawah (low back pain) dan kekakuan sendi akibat posisi duduk yang berkepanjangan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Columbia Asia Hospital Pulomas memperkuat layanan ortopedi melalui Pusat Unggulan Ortopedi (Orthopaedic Center of Excellence) yang dirancang untuk menangani berbagai kondisi, mulai dari cedera olahraga hingga gangguan sendi kompleks.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement