Para ahli juga menekankan bahwa pola asuh yang baik tidak hanya dipengaruhi faktor gender, tetapi juga lingkungan dan karakter setiap anak. Anak laki-laki maupun perempuan tetap membutuhkan nilai-nilai yang sama seperti empati, rasa hormat, percaya diri, kasih sayang, dan kemandirian.
Saat ini, pendekatan pengasuhan juga mulai berkembang mengikuti perubahan cara pandang terhadap gender. Banyak orang tua dinilai lebih fokus membentuk karakter anak dibanding membedakan perlakuan berdasarkan jenis kelamin.
Amanda Cassidy dari Image menilai pola pengasuhan memang perlu disesuaikan, tetapi lebih berdasarkan kepribadian masing-masing anak daripada sekadar gender.
Ia menyebut pengalaman membesarkan putra dan putrinya menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan emosional dan karakter yang berbeda.
Karena itu, orang tua disarankan tidak terlalu khawatir mengenai anggapan bahwa membesarkan anak perempuan lebih membuat stres. Pada dasarnya, menjadi orang tua memang memiliki tantangan tersendiri, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)