JAKARTA – Selama ini kolesterol tinggi sering dianggap hanya dialami orang dewasa. Padahal, anak-anak dan remaja juga berisiko mengalami kondisi serupa, terutama jika dipengaruhi faktor keturunan maupun gaya hidup.
Menurut Cleveland Clinic, perubahan pola makan sehat serta peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menjaga kadar kolesterol anak tetap normal. Namun, pada kondisi tertentu, penanganan medis juga mungkin diperlukan.
Kolesterol tinggi pada anak terjadi ketika kadar lemak dalam darah, seperti kolesterol dan trigliserida, melebihi batas normal. Kedua zat ini sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika jumlahnya berlebihan, bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Untuk mengetahui kondisi ini, dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah yang disebut panel lipid. Hasilnya akan menunjukkan kadar kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), serta trigliserida. Perlu diketahui, batas normal pada anak berbeda dengan orang dewasa.
Sebagian besar anak dengan kolesterol tinggi tidak menunjukkan tanda khusus. Kondisi ini sering kali baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan.
Namun, pada kasus tertentu terutama yang dipicu faktor genetik bisa muncul beberapa tanda, seperti:
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kadar kolesterol pada anak, antara lain:
(Kurniasih Miftakhul Jannah)