Tren Fitness Bergeser ke Latihan Berbasis Performa

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 27 Februari 2026 11:56 WIB
Tren Fitness Bergeser ke Latihan Berbasis Performa (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Industri kebugaran dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya pusat kebugaran berlomba menghadirkan treadmill elektrik dengan layar besar dan fitur hiburan terintegrasi, kini fokus mulai bergeser pada efektivitas latihan serta peningkatan performa pengguna.

Perhatian tidak lagi terpusat pada kompleksitas teknologi, melainkan pada kualitas gerakan dan hasil latihan yang dicapai.

Salah satu perubahan mencolok terlihat dari meningkatnya penggunaan curved treadmill atau treadmill melengkung non-motorized di berbagai fasilitas kebugaran premium. Alat yang digerakkan sepenuhnya oleh tenaga pengguna tanpa motor listrik ini mulai menggantikan treadmill konvensional di sejumlah gym modern. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan pendekatan terhadap latihan kardio yang lebih menekankan kontrol dan efisiensi.

Treadmill elektrik selama ini dirancang untuk kemudahan penggunaan. Pengguna cukup menekan tombol dan mengikuti ritme mesin, sistem yang sesuai untuk latihan steady-state berdurasi panjang. Namun, seiring meningkatnya popularitas metode seperti high-intensity interval training (HIIT), functional training, dan performance-based workout, kebutuhan pasar ikut berkembang. Pengguna kini mencari perangkat yang mampu merespons gerakan secara cepat dan presisi.

Desain melengkung pada curved treadmill memungkinkan kecepatan diatur melalui posisi tubuh dan dorongan langkah. Ketika pengguna bergerak ke bagian depan kurva dan meningkatkan dorongan kaki, sabuk akan bergerak lebih cepat. Sebaliknya, saat posisi bergeser ke belakang, laju otomatis melambat. Respons tersebut terjadi secara real time tanpa tombol percepatan, sehingga pengalaman latihan berubah dari mengikuti mesin menjadi mengendalikan mesin.

Sejumlah pelatih kebugaran menilai treadmill non-motorized mampu memberikan aktivasi otot yang lebih tinggi dibandingkan versi bermotor. Tanpa bantuan mesin, pengguna harus mendorong sabuk secara aktif sehingga meningkatkan keterlibatan posterior chain, seperti otot glutes, hamstring, dan inti tubuh.

Dari sisi metabolik, beberapa praktisi menyebut pembakaran kalori dalam sesi sprint atau interval dapat lebih tinggi dalam durasi yang sama. Selain itu, karena tidak memerlukan listrik, perangkat ini dinilai lebih efisien untuk operasional fasilitas komersial dengan frekuensi penggunaan tinggi.

“Kami melihat pengguna kini lebih fokus pada performa dan kontrol gerak. Curved treadmill memberikan pengalaman latihan yang lebih aktif karena intensitas sepenuhnya ditentukan oleh pengguna, bukan mesin,” ujar Tji Fung, Product Manager MONKEFIT.

Ia menambahkan bahwa aspek efisiensi turut menjadi pertimbangan. “Untuk kebutuhan gym premium, hotel, maupun program corporate wellness, durabilitas dan biaya operasional menjadi faktor utama,” katanya.

Tren Latihan Fitness

Tren latihan berbasis performa juga tercermin dari meningkatnya popularitas kompetisi dan program seperti Hyrox dan CrossFit. Kedua konsep ini menggabungkan kekuatan, daya tahan, serta kapasitas kardiorespirasi dalam format intensitas tinggi.

Dalam praktiknya, peralatan non-motorized seperti curved treadmill, rowing machine, dan air bike kerap digunakan karena memberikan resistensi alami yang sepenuhnya bergantung pada tenaga pengguna. Intensitas latihan pun menjadi lebih terukur dan autentik.

Karakteristik tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan latihan fungsional yang menuntut output tenaga nyata tanpa bantuan mesin. Selain treadmill melengkung, perangkat berbasis udara seperti rowing dan air bike juga tidak bergantung pada listrik, sehingga lebih efisien sekaligus adaptif untuk kebutuhan kompetitif maupun komersial.

Fenomena ini semakin terlihat di gym premium, studio personal training, hingga hotel berbintang. Kehadiran curved treadmill kerap diposisikan sebagai simbol orientasi pada performa serta identitas ruang latihan yang progresif.

Meski memerlukan adaptasi bagi pemula, banyak pelatih menilai tantangan tersebut sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas fisik. Di tengah meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi dan keberlanjutan, treadmill non-motorized dipandang berpotensi menjadi bagian penting dalam lanskap kebugaran modern ke depan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya