Sejumlah pelatih kebugaran menilai treadmill non-motorized mampu memberikan aktivasi otot yang lebih tinggi dibandingkan versi bermotor. Tanpa bantuan mesin, pengguna harus mendorong sabuk secara aktif sehingga meningkatkan keterlibatan posterior chain, seperti otot glutes, hamstring, dan inti tubuh.
Dari sisi metabolik, beberapa praktisi menyebut pembakaran kalori dalam sesi sprint atau interval dapat lebih tinggi dalam durasi yang sama. Selain itu, karena tidak memerlukan listrik, perangkat ini dinilai lebih efisien untuk operasional fasilitas komersial dengan frekuensi penggunaan tinggi.
“Kami melihat pengguna kini lebih fokus pada performa dan kontrol gerak. Curved treadmill memberikan pengalaman latihan yang lebih aktif karena intensitas sepenuhnya ditentukan oleh pengguna, bukan mesin,” ujar Tji Fung, Product Manager MONKEFIT.
Ia menambahkan bahwa aspek efisiensi turut menjadi pertimbangan. “Untuk kebutuhan gym premium, hotel, maupun program corporate wellness, durabilitas dan biaya operasional menjadi faktor utama,” katanya.
Tren latihan berbasis performa juga tercermin dari meningkatnya popularitas kompetisi dan program seperti Hyrox dan CrossFit. Kedua konsep ini menggabungkan kekuatan, daya tahan, serta kapasitas kardiorespirasi dalam format intensitas tinggi.