Dalam praktiknya, peralatan non-motorized seperti curved treadmill, rowing machine, dan air bike kerap digunakan karena memberikan resistensi alami yang sepenuhnya bergantung pada tenaga pengguna. Intensitas latihan pun menjadi lebih terukur dan autentik.
Karakteristik tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan latihan fungsional yang menuntut output tenaga nyata tanpa bantuan mesin. Selain treadmill melengkung, perangkat berbasis udara seperti rowing dan air bike juga tidak bergantung pada listrik, sehingga lebih efisien sekaligus adaptif untuk kebutuhan kompetitif maupun komersial.
Fenomena ini semakin terlihat di gym premium, studio personal training, hingga hotel berbintang. Kehadiran curved treadmill kerap diposisikan sebagai simbol orientasi pada performa serta identitas ruang latihan yang progresif.
Meski memerlukan adaptasi bagi pemula, banyak pelatih menilai tantangan tersebut sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas fisik. Di tengah meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi dan keberlanjutan, treadmill non-motorized dipandang berpotensi menjadi bagian penting dalam lanskap kebugaran modern ke depan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)