JAKARTA - Aktivitas olahraga di bulan suci Ramadan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ritme olahraga di bulan suci Ramadan harus tetap diatur agar tubuh tidak kaget. Apalagi, berolahraga dalam kondisi berpuasa sangat berbeda dengan berolahraga pada hari-hari biasa.
Berikut tips dari dokter spesialis kedokteran olahraga sekaligus Ketua Umum PDSKO periode 2025–2028, dr. Muhammad Ikhwan Zein, bagi kamu yang ingin tetap berolahraga selama bulan Ramadan.
Dalam melakukan aktivitas olahraga di bulan Ramadan, dr. Muhammad Ikhwan Zein menekankan pentingnya manajemen volume latihan, terutama pada fase awal transisi saat tubuh mulai beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang baru.
“Pertama, untuk biasanya awal-awal puasa ya, minggu pertama, apakah Anda bisa pertimbangkan kurangi volumenya dulu? Karena fisiknya turun, mungkin tidurnya kurang atau masih mengatur jadwal makan yang istilahnya berubah, kan,” kata dr. Ikhwan dalam video unggahan bersama di akun Instagram miliknya dengan Tirta Madinah Hudhi.
Ia menyarankan agar tidak memaksakan intensitas olahraga yang sama seperti hari biasa, terutama pada minggu pertama Ramadan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari risiko cedera atau kelelahan ekstrem.