JAKARTA — Pola hidup perlu disesuaikan saat bulan Ramadhan, salah satunya adalah pola tidur. Hal itu dikarenakan adanya aktivitas sahur yang mengharuskan kita bangun pada dini hari. Sementara itu, sebagian orang belum sepenuhnya meninggalkan kebiasaan sebelum Ramadhan, yakni beraktivitas hingga larut malam bahkan dini hari.
Akibatnya, jam tidur selama bulan Ramadhan menjadi terganggu dan membuat tubuh tidak segar saat beraktivitas atau bekerja pada pagi hari. Lalu, bagaimana caranya agar tidur tetap terjaga dan berkualitas meski di bulan Ramadhan? Simak penjelasan berikut ini.
Melansir dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, Anda perlu mengupayakan tidur yang cukup, setidaknya empat jam pada malam hari setelah berbuka. Hal ini dilakukan agar tubuh mendapatkan waktu istirahat awal sebelum bangun sahur.
Setelah sahur, Anda dapat kembali tidur selama beberapa jam sebelum memulai aktivitas pagi. Pola tidur yang dibagi menjadi dua sesi ini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa, asalkan total waktu tidur tetap mencukupi kebutuhan harian.
Selain mengatur tidur malam, Anda juga dapat memanfaatkan konsep “qailullah”, yaitu tidur sejenak pada siang hari. Tidur singkat selama 15–20 menit sudah cukup untuk membantu mengembalikan energi dan meningkatkan fokus saat beraktivitas.