Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Ini Jawaban Dokter

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Kamis 19 Februari 2026 13:05 WIB
Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Ini Jawaban Dokter (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Apakah ibu hamil boleh berpuasa? Secara umum, ibu hamil boleh berpuasa, tetapi dengan syarat kondisi kesehatan ibu dan janin dalam keadaan baik. Dalam ajaran Islam, ibu hamil termasuk golongan yang mendapatkan keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa jika dikhawatirkan membahayakan diri sendiri atau bayinya.

dr. Wahyu Purnama, Sp.PD, AIFO-K, FISQua, FRSPH menjelaskan bahwa pada trimester pertama, ibu hamil cenderung mengalami mual dan muntah. Jika mengalami kondisi tersebut, dr. Wahyu menyarankan ibu hamil untuk tidak berpuasa.

"Kalau trimester pertama itu pasien akan mengalami mual muntah. Itu membuat pasien gampang dehidrasi, jadi semester awal itu sebenarnya tidak apa-apa tidak puasa," kata dia dalam Program Morning Zone Okezone, Kamis (19/2/2026).

Namun, lebih lanjut ia mengatakan bahwa jika ibu hamil merasa sanggup menjalani puasa maka dipersilakan saja, asalkan asupan protein, karbohidrat, hingga asam folat tetap terpenuhi.

"Ibu hamil itu kan imunitasnya rendah, jadi makanan yang kaya protein itu wajib dikonsumsi, seperti ikan. Protein lain seperti daging tanpa lemak juga bagus. Kurma juga bisa dikonsumsi ibu hamil," ujarnya.

Kapan Ibu Hamil Boleh Berpuasa?

Ibu hamil dapat berpuasa jika:

  • Kondisi kehamilan sehat dan tidak berisiko tinggi
  • Tidak mengalami mual muntah berat (hiperemesis)
  • Tidak memiliki anemia berat
  • Tekanan darah stabil
  • Janin berkembang dengan baik
  • Sudah berkonsultasi dan mendapat izin dari dokter kandungan

Biasanya, ibu hamil trimester kedua relatif lebih kuat dibandingkan trimester pertama (sering mual) atau trimester ketiga (beban fisik lebih berat). Namun, setiap kondisi kehamilan berbeda.

Kapan Sebaiknya Tidak Berpuasa?

Puasa sebaiknya ditunda jika ibu hamil mengalami:

  • Lemas berlebihan atau pusing hebat
  • Dehidrasi (jarang buang air kecil, urine pekat)
  • Kontraksi dini
  • Riwayat diabetes gestasional
  • Gangguan pertumbuhan janin
  • Jika muncul tanda bahaya seperti perdarahan, nyeri hebat, atau penurunan gerak janin, segera hentikan puasa dan periksa ke dokter.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya