Hasil analisis riset memperlihatkan perbedaan yang signifikan pada kondisi fisik dan fungsi otak kedua kelompok. Mereka yang terbiasa kreatif dan mengasah daya cipta serta mengekspresikan diri lewat media seni memiliki regenerasi dan struktur sel saraf yang jauh lebih sehat.
“Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa orang yang bekerja di bidang kreatif itu punya otak yang usianya 5-7 tahun lebih muda,” tutur dr. Adam.
Ia menambahkan, dampak positif ini berbanding lurus dengan tingkat kemahiran seseorang. Semakin sering dan dalam seseorang melatih kapasitas kreatifnya, makin tinggi pula proteksi yang didapatkan oleh otaknya dari penuaan.
“Menariknya adalah semakin tinggi tingkat keahliannya di bidang kreatif, maka semakin muda juga usia otaknya,” katanya.
Kabar baiknya, manfaat ini tidak hanya didominasi oleh praktisi seni profesional seperti pelukis, musisi, atau penari. Aktivitas kasual yang mengasah ketajaman berpikir dan pemecahan masalah juga memberikan efek serupa.