JAKARTA — Kata “Berpikir Kreatif” tentunya sering didengar bagi sebagian orang. Apalagi saat duduk di bangku sekolah, guru selalu mengajarkan untuk berpikir kreatif. Berpikir kreatif ternyata bukan satu hal yang sia-sia. Sebab, perilaku ini ternyata berpengaruh terhadap usia otak agar lebih muda.
Kok bisa? Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya pada Kamis, 5 November 2026 menuliskan bahwa ada korelasi antara berpikir kreatif dengan usia otak yang lebih muda. Bukan sekedar mitos atau bualan, hal itu merujuk pada riset bertajuk Creative experiences and brain clocks.
“Gue jadi berusaha untuk selalu berpikir kreatif setelah baca jurnal ini,” ujar dr. Adam, dikutip Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, riset ini meneliti pola dan aktivitas otak dari 1.472 orang dewasa yang tersebar di 13 negara. Peneliti membandingkan struktur otak kelompok orang yang bergelut di bidang kreatif dengan orang yang tidak beraktivitas di sektor tersebut.
“Jadi ada penelitian pada 1.472 orang dewasa di 13 negara yang membandingkan aktivitas otak pada orang yang kreatif (seniman visual, musisi, penari, dsb) dengan orang yang tidak bekerja secara kreatif,” jelasnya.