Advertisement
Advertisement

Mengapa Perayaan Halloween Identik dengan Labu? Ini Sejarahnya

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |15:05 WIB
Mengapa Perayaan Halloween Identik dengan Labu? Ini Sejarahnya
Labu Halloween. (Foto: Freepik)
A
A
A

SETIAP tanggal 31 Oktober, labu berwarna oranye dengan ukiran wajah menyeramkan menjadi salah satu dekorasi yang identik dengan perayaan Halloween. Mulai dari hiasan rumah, dekorasi pesta, hingga lentera yang diletakkan di depan pintu, labu seolah tidak bisa dipisahkan dari perayaan yang identik dengan suasana mistis ini.

Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa labu menjadi simbol Halloween? Ternyata, tradisi ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari cerita rakyat Irlandia, tradisi mengukir sayuran, hingga perpindahan masyarakat Eropa ke Amerika Serikat.

Kokain Diselundupkan dalam Labu Halloween

1. Berawal dari Tradisi Samhain

Dilansir dari Reuters, untuk memahami hubungan labu dan Halloween, kamu perlu menelusuri asal-usul perayaan Halloween itu sendiri. Halloween memiliki kaitan dengan Samhain, sebuah festival kuno yang dirayakan masyarakat Kelt di wilayah Eropa, termasuk Irlandia.

Festival ini menandai berakhirnya musim panen dan datangnya musim dingin. Dalam kepercayaan masyarakat saat itu, pergantian musim tersebut juga diyakini sebagai waktu ketika batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi lebih tipis.

Karena itu, masyarakat melakukan berbagai tradisi untuk menghadapi malam tersebut. Api unggun dinyalakan, sementara sebagian orang mengenakan penyamaran yang dipercaya dapat melindungi mereka dari roh-roh yang berkeliaran.

Seiring waktu, tradisi Samhain mengalami perubahan dan berbaur dengan perayaan keagamaan Kristen. Istilah Halloween sendiri berasal dari All Hallows' Eve, yaitu malam sebelum Hari Raya Semua Orang Kudus atau All Saints' Day yang diperingati pada 1 November.

Meski Halloween modern memiliki banyak unsur hiburan, kostum, dan dekorasi, sejumlah tradisinya masih berkaitan dengan cerita rakyat dan kepercayaan masa lalu.

2. Kisah Stingy Jack dan Asal-usul Jack-o'-lantern

Salah satu cerita yang paling populer dalam sejarah Halloween adalah legenda Stingy Jack. Ini merupakan cerita rakyat Irlandia yang berkaitan dengan kemunculan lentera berwajah menyeramkan.

Dalam cerita tersebut, Stingy Jack digambarkan sebagai sosok yang berhasil mengelabui Iblis. Akibat perbuatannya, ia dikisahkan tidak dapat memasuki surga maupun neraka dan harus mengembara dalam kegelapan hanya dengan bara kecil sebagai penerang jalan.

Jack kemudian dikisahkan menempatkan bara tersebut di dalam lobak yang telah dilubangi. Dari cerita inilah muncul gambaran lentera yang dikenal sebagai Jack-o'-lantern.

Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut lentera yang dibuat dari sayuran berongga dengan ukiran wajah menyeramkan dan cahaya di dalamnya. Perlu diketahui, kisah Stingy Jack merupakan legenda rakyat, bukan peristiwa sejarah yang dapat dibuktikan secara pasti. Namun, cerita tersebut menjadi bagian penting dari tradisi Halloween yang berkembang di masyarakat Irlandia.

 

3. Mengapa Labu yang Akhirnya Digunakan?

Labu Halloween

Menariknya, labu bukanlah sayuran pertama yang digunakan untuk membuat Jack-o'-lantern. Di Irlandia dan sebagian wilayah Inggris, masyarakat dahulu menggunakan lobak atau sayuran akar lainnya. Mereka melubangi bagian dalamnya, mengukir wajah, lalu menempatkan sumber cahaya di dalamnya.

Tradisi tersebut kemudian dibawa oleh para imigran Irlandia ke Amerika Utara. Di sana, mereka menemukan labu yang lebih mudah digunakan sebagai bahan lentera.

Labu memiliki ukuran yang relatif besar, daging bagian dalam yang lebih mudah dikeluarkan, serta kulit yang dapat diukir menjadi berbagai bentuk. Selain itu, labu tersedia melimpah saat musim gugur di Amerika Utara.

Karena alasan praktis tersebut, labu secara bertahap menjadi pilihan populer untuk membuat Jack-o'-lantern. Tradisi ini kemudian menyebar luas dan semakin memperkuat hubungan antara labu dan Halloween.

4. Dari Lentera Sederhana Menjadi Dekorasi Halloween

Seiring berkembangnya perayaan Halloween, bentuk Jack-o'-lantern juga mengalami perubahan. Pada awalnya, lentera dibuat dengan desain sederhana berupa mata, hidung, dan mulut yang menyeramkan. Kini, orang-orang semakin kreatif dalam mengukir labu dengan berbagai pola, mulai dari karakter fiksi, hewan, hingga desain artistik yang rumit.

Labu yang telah diukir biasanya ditempatkan di teras rumah, jendela, atau taman. Sebagian orang menggunakan lilin, sementara lainnya memilih lampu LED untuk memberikan efek cahaya dari dalam.

Selain menjadi dekorasi, kegiatan mengukir labu juga berkembang menjadi aktivitas keluarga dan komunitas menjelang Halloween. Anak-anak dan orang dewasa dapat berkreasi membuat desain sesuai selera masing-masing.

Namun, jika menggunakan pisau untuk mengukir labu, anak-anak sebaiknya didampingi orang dewasa. Penggunaan lampu LED juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi risiko kebakaran akibat lilin.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement