BANYAK orang tergoda untuk langsung duduk santai atau bahkan berbaring sehabis menyantap makanan lezat. Padahal, jeda waktu beberapa menit setelah makan justru menjadi momen krusial bagi tubuh dalam memproses nutrisi dan mengontrol kadar gula darah.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan fakta menarik mengenai pentingnya bergerak setelah makan. Melalui unggahan di akun Threads miliknya, ia menjelaskan bahwa melakukan aktivitas fisik ringan dalam waktu dekat setelah makan membawa dampak positif yang signifikan bagi metabolisme.
“Olahraga setelah makan (dalam 15-30 menit), termasuk squat, bisa membantu meredam lonjakan gula darah,” ungkap dr. Adam.

Penjelasan tersebut sejalan dengan temuan ilmiah dari studi berjudul “Bodyweight Squat Exercise Rapidly Lowers Elevated Blood Glucose Levels after Glucose Loading”. Penelitian ini menyoroti bagaimana gerakan beban tubuh sederhana seperti squat mampu menurunkan kadar glukosa yang melonjak tinggi pasca konsumsi makanan.
dr. Adam menjelaskan, makanan yang dikonsumsi secara biologis akan diubah menjadi glukosa dan dialirkan ke dalam sistem peredaran darah. Proses ini secara alami memicu tubuh merespons dengan melepaskan hormon insulin.
“Jadi setelah makan, glukosa itu akan masuk ke darah dan memicu pelepasan insulin. Insulin memerintahkan otot dan hati untuk menyerap glukosa berlebih,” jelas dr. Adam.
Namun, ketika porsi atau jenis makanan memicu lonjakan gula yang terlalu tajam, beban kerja hormon insulin akan meningkat drastis. Kondisi inilah yang kerap memicu penumpukan lemak berlebih di tubuh.
“Lonjakan gula yang terlalu tinggi membuat insulin bekerja lebih keras, dan kelebihan glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak,” lanjut dr. Adam.
Menurut dr. Adam, melakukan aktivitas fisik segera setelah makan menjadi solusi cerdas untuk memutus rantai tersebut. Saat kita bergerak, otot-otot tubuh aktif bekerja dan membantu menyerap glukosa tanpa bergantung sepenuhnya pada kerja keras insulin.
“Nah, kontraksi otot saat olahraga itu bisa membantu otot menyerap glukosa lebih cepat, sehingga puncak gula darah lebih rendah, kebutuhan insulin berkurang, hingga penyimpanan lemak menurun,” paparnya.