Advertisement
Advertisement

Amankah Lari saat Hamil? Ternyata Ini Faktanya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 27 Oktober 2026 |11:05 WIB
Amankah Lari saat Hamil? Ternyata Ini Faktanya!
Ilustrasi lari saat hamil. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Ramai di media sosial seorang ibu hamil dengan usia kandungan 6 bulan ikut kompetisi lari di Jakarta Running Festival (JRF 2026) pada Minggu, 25 Oktober 2026. Ibu hamil yang bernama Dina Bawden mampu menyelesaikan lari dengan jarak 10K dan catatan waktu 1 jam 2 menit 29 detik.

Melalui akun Threads @dinabawden87, ia membagikan pengalamannya mengikuti lomba lari tersebut. Pengalaman Dina mengikuti JRF 2026 saat hamil turut menjadi perbincangan di media sosial. 

Kisahnya mengundang beragam respons dari warganet. Sebagian memberikan apresiasi atas ketangguhan dan pencapaiannya, sementara yang lain menyoroti pentingnya menjaga keselamatan ibu dan janin selama berolahraga.

Lalu, sebenarnya bolehkah ibu hamil melakukan olahraga termasuk lari?

Melansir WebMD, berlari selama kehamilan umumnya masih bisa dilakukan oleh perempuan yang sehat dengan kehamilan normal, terutama jika mereka sudah terbiasa berlari sebelum hamil. Namun, kondisi setiap kehamilan berbeda sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melanjutkan atau memulai rutinitas olahraga.

Manfaat Olahraga selama Kehamilan

Olahraga selama kehamilan juga membawa manfaat bagi ibu dan janin. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin berpotensi mengendalikan kenaikan berat badan, mengurangi nyeri punggung, serta menurunkan risiko beberapa komplikasi kehamilan.

Olahraga juga bisa menjaga suasana hati dan kebugaran tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama kehamilan berkaitan dengan risiko diabetes gestasional dan preeklamsia yang lebih rendah.

Meski begitu, manfaat tersebut tak berarti semua ibu hamil harus berlari. Pilihan olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, riwayat aktivitas fisik, dan perkembangan kehamilan masing-masing.

Risiko Lari saat Hamil

Ada beberapa perubahan tubuh selama kehamilan yang perlu diperhatikan ketika berlari. Salah satunya adalah perubahan pusat gravitasi akibat bertambahnya berat badan dan ukuran perut. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan sehingga risiko terjatuh menjadi lebih besar.

Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan membuat ligamen dan persendian menjadi lebih lentur. Akibatnya, ibu hamil bisa lebih rentan mengalami cedera, terutama ketika berlari di permukaan yang tidak rata atau jalur yang menanjak.

Sebagian ibu hamil juga mengalami nyeri pada panggul atau perut bagian bawah, termasuk nyeri akibat peregangan ligamen yang menopang rahim. Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dapat memperburuk ketidaknyamanan tersebut.

Bagi perempuan yang sebelumnya tidak terbiasa berlari, kehamilan bukan waktu yang tepat untuk langsung memulai olahraga berat. Jalan kaki atau aktivitas ringan lainnya dapat menjadi alternatif awal setelah mendapat persetujuan dokter.

Tips Aman Berlari saat Hamil

Jika dokter menyatakan aman untuk melanjutkan aktivitas berlari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar olahraga terasa lebih nyaman.

1. Gunakan sepatu yang nyaman

2. Pilih pakaian yang mendukung pergerakan

3. Penuhi kebutuhan cairan

4. Sesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh

5. Dengarkan sinyal tubuh

Ingat ya Moms, berlari tidak dianjurkan untuk semua kondisi kehamilan. Perempuan dengan komplikasi tertentu, seperti preeklamsia, anemia berat, perdarahan yang menetap, gangguan plasenta tertentu, atau risiko persalinan prematur, mungkin perlu menghindari atau membatasi aktivitas fisik sesuai penilaian dokter.

Jadi, berlari saat hamil jadi pilihan bagi perempuan yang sudah terbiasa melakukannya dan memiliki kehamilan tanpa komplikasi. Namun, keselamatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas.

Sebelum menentukan jenis, durasi, dan intensitas olahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Jika berlari tidak lagi terasa nyaman atau tidak disarankan secara medis, jalan kaki, berenang, atau olahraga lain yang sesuai dengan kondisi kehamilan dapat menjadi alternatif.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement