Meski demikian, mekanisme tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami secara pasti bagaimana waktu makan memengaruhi perkembangan penyakit hati pada manusia.
Meski hasilnya menarik, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional. Artinya, penelitian tersebut mengamati hubungan antara kebiasaan makan dan penyakit hati, bukan menguji secara langsung apakah makan larut malam menyebabkan penyakit.
Selain itu, data kebiasaan makan dan kondisi kesehatan peserta sebagian berasal dari laporan mereka sendiri. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah mengubah waktu makan menjadi lebih awal benar-benar dapat memperbaiki kondisi hati.
Tim peneliti OHSU juga tengah menyiapkan penelitian lanjutan yang akan memantau kebiasaan makan secara lebih langsung untuk melihat apakah makan lebih awal dapat memperbaiki indikator klinis penyakit hati berlemak.
Jadi, menjaga kesehatan hati tak hanya berkaitan dengan apa yang kamu makan, tetapi juga kapan kamu makan. Mengatur jadwal makan, menjaga pola tidur, dan menerapkan gaya hidup sehat bisa menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.