Jika pengalaman traumatis terjadi berulang kali, anak dapat lebih rentan mengalami masalah perilaku. Mereka mungkin menjadi lebih mudah marah, menarik diri, atau merasa takut.
Cara anak berpikir, merasakan sesuatu, dan menghadapi masalah juga bisa memengaruhi kesehatan mentalnya. Faktor-faktor tersebut terbentuk dari perpaduan antara kondisi biologis dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Sebagian anak mungkin lebih sensitif terhadap stres, kesulitan mengatur emosi, atau memiliki rasa percaya diri yang rendah. Akibatnya, masalah sehari-hari yang sebenarnya sederhana bisa terasa sangat berat bagi mereka.
Anak yang memiliki penyakit fisik jangka panjang, seperti diabetes, epilepsi, asma, cerebral palsy, kanker, atau penyakit jantung, juga dapat lebih berisiko mengalami masalah kesehatan mental.
Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kecemasan, depresi, atau rendahnya rasa percaya diri. Pada beberapa penyakit, gangguan kesehatan secara langsung dapat memengaruhi otak atau sistem saraf.