Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Softlens Bisa Terselip di Balik Kelopak Mata, Dokter Ungkap Cara Atasinya

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2026 |10:05 WIB
Ini Alasan Softlens Bisa Terselip di Balik Kelopak Mata, Dokter Ungkap Cara Atasinya
Softlens. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERNAHKAH kamu merasa panik luar biasa karena kontak lensa (softlens) yang sedang dipakai mendadak hilang dari kornea mata? Di tengah rasa cemas, tak sedikit orang yang langsung berpikiran bahwa softlens masuk ke dalam mata atau tubuh.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya memberikan penjelasan dari sudut pandang anatomi mata. Ia menegaskan bahwa softlens yang hilang tidak akan pernah bisa masuk ke organ dalam tubuh atau terdorong hingga ke belakang bola mata.

softlense

“Kita bedah dari anatominya dulu biar kalian paham. Bagian depan bola mata dan bagian dalam kelopak mata itu dilapisi konjungtiva, dan jaringan ini membentuk semacam kantong tertutup atau conjunctival fornix,” ujar dr. Aditya.

1. Softlens Hilang

Menurutnya, struktur jaringan ini secara alami mengunci area mata, sehingga benda asing tidak memiliki jalur untuk berpindah ke bagian belakang bola mata.

“Jadi kalau kalian ngerasa softlens-nya kok hilang, ini biasanya dia terlipat atau bergeser dan nyangkut di bawah kelopak mata. Terutama kelopak mata bagian atas,” tambah dia.

Meski sensasi softlens terselip memicu rasa cemas, dr. Aditya mengingatkan bahwa ancaman terbesar kesehatan mata justru timbul dari kebiasaan buruk penggunanya, seperti lupa melepas softlens saat tidur.

“Nah, justru yang harus kamu takutkan itu bukan masalah si softlens-nya masuk ke dalam tubuh, tapi softlens yang enggak pernah dilepas bahkan sampai ketika kamu tidur. Jadi masuk 24 jam, dari malam sampai pagi sampai besoknya lagi,” jelas dr. Aditya.

2. Risiko Infeksi Mata

Mengutip data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ia menyebutkan bahwa tidur dengan lensa kontak dapat meningkatkan risiko infeksi mata hingga 6-8 kali lipat. Bahaya ini berkaitan erat dengan pasokan oksigen ke kornea mata.

“Kornea kita ini enggak punya pembuluh darah dan salah satu sumber oksigennya itu berasal langsung dari udara melalui air mata. Jadi ketika mata ditutup saat tidur, oksigen yang sampai ke kornea itu memang pasti akan berkurang,” ungkap dia.

Kondisi tersebut akan memburuk jika permukaan kornea tertutup lensa kontak sepanjang malam. Hal itu bisa menyebabkan hipoksia kornea, perubahan permukaan epitel, inflamasi, bahkan sampai kondisi yang mempermudah mikroorganisme ini menyebabkan infeksi pada mata. Bahkan parahnya bisa terjadi microbial keratitis, jadi infeksi serius pada kornea.

CDC mencatat bahwa pada tingkat yang parah, microbial keratitis dapat merusak struktur kornea hingga membutuhkan tindakan medis ekstrem berupa transplantasi kornea. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala infeksi mata sejak dini.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi mata merah, rasa nyeri, sensitif terhadap cahaya (silau), berair, keluar kotoran secara terus-menerus, hingga penglihatan yang mendadak kabur.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement