Selain protein dan lemak, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan mengandung hampir semua vitamin, kecuali vitamin C, serta menyediakan asam lemak omega-3.
Jadi, telur tidak bisa disebut sebagai makanan yang otomatis “aman” untuk semua orang hanya berdasarkan kandungan karbohidratnya. Kebutuhan setiap orang tetap berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lain.
Bagi penderita diabetes, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau edukator diabetes mengenai pola makan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.
Intinya, makan telur tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat karena kandungan karbohidratnya sangat rendah. Yang tak kalah penting adalah memperhatikan keseluruhan isi piring, termasuk makanan pendamping dan cara pengolahannya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.