Wakil Ketua Layanan Jantung, Kardiologi Klinis & Preventif, Medanta Gurugram, Dr. Manish Bansal, mengatakan orang tua tidak seharusnya langsung berasumsi kalau batuk yang tidak kunjung sembuh merupakan masalah pernapasan.
“Dalam beberapa kasus, batuk pada anak-anak disebabkan oleh infeksi, alergi, atau asma. Namun, apabila batuknya berkepanjangan, sering kali kambuh, atau disertai dengan sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, toleransi aktivitas yang buruk, pembengkakan, keringat berlebih, atau kesulitan makan, maka hal tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa beberapa kondisi jantung dapat meningkatkan tekanan di dalam paru-paru atau menyebabkan penumpukan cairan saat jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Hal ini terkadang dapat memicu gejala yang menyerupai penyakit pernapasan.
Namun, batuknya sendiri bukan berarti seorang anak memiliki penyakit jantung. Hal penting yang perlu diwaspadai adalah pola gejala yang terus menetap atau tidak dapat dijelaskan, terutama ketika energi, tumbuh kembang, atau aktivitas anak sehari-hari mengalami perubahan.
Dr. Bansal mengatakan sebuah pemeriksaan klinis dapat membantu dokter menentukan apakah pemeriksaan jantung lebih lanjut diperlukan.
“Pemeriksaan klinis yang menyeluruh, diikuti dengan pemeriksaan penunjang seperti ekokardiogram atau EKG jika diperlukan, dapat membantu mengidentifikasi apakah terdapat masalah jantung yang mendasarinya.”