Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pilu Anak 3 Tahun Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Idap Penyakit Jantung hingga Meninggal

Nurrizka Nasywa Tsabitah , Jurnalis-Sabtu, 26 September 2026 |06:10 WIB
Kisah Pilu Anak 3 Tahun Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Idap Penyakit Jantung hingga Meninggal
Kisah Pilu Anak 3 Tahun Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Idap Penyakit Jantung hingga Meninggal (Foto: Kenedy news and media)
A
A
A


Wakil Ketua Layanan Jantung, Kardiologi Klinis & Preventif, Medanta Gurugram, Dr. Manish Bansal, mengatakan orang tua tidak seharusnya langsung berasumsi kalau batuk yang tidak kunjung sembuh merupakan masalah pernapasan.

“Dalam beberapa kasus, batuk pada anak-anak disebabkan oleh infeksi, alergi, atau asma. Namun, apabila batuknya berkepanjangan, sering kali kambuh, atau disertai dengan sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, toleransi aktivitas yang buruk, pembengkakan, keringat berlebih, atau kesulitan makan, maka hal tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa beberapa kondisi jantung dapat meningkatkan tekanan di dalam paru-paru atau menyebabkan penumpukan cairan saat jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Hal ini terkadang dapat memicu gejala yang menyerupai penyakit pernapasan.

Namun, batuknya sendiri bukan berarti seorang anak memiliki penyakit jantung. Hal penting yang perlu diwaspadai adalah pola gejala yang terus menetap atau tidak dapat dijelaskan, terutama ketika energi, tumbuh kembang, atau aktivitas anak sehari-hari mengalami perubahan.

Dr. Bansal mengatakan sebuah pemeriksaan klinis dapat membantu dokter menentukan apakah pemeriksaan jantung lebih lanjut diperlukan.

“Pemeriksaan klinis yang menyeluruh, diikuti dengan pemeriksaan penunjang seperti ekokardiogram atau EKG jika diperlukan, dapat membantu mengidentifikasi apakah terdapat masalah jantung yang mendasarinya.”

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement