Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menpar Yakin Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 Bisa Dorong Sektor Pariwisata

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |12:00 WIB
Menpar Yakin Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 Bisa Dorong Sektor Pariwisata
Menpar Yakin Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 Bisa Dorong Sektor Pariwisata (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Potensi pasar pariwisata Indonesia terus diperluas melalui berbagai forum bisnis yang mempertemukan pelaku industri dalam negeri dengan mitra internasional. Salah satunya melalui Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 yang kembali digelar untuk memperkuat koneksi bisnis pariwisata Indonesia dengan pasar global.

Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, WITF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pameran berkonsep business to business (B2B) ini digagas oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dengan kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mengusung visi membangun pameran dagang pariwisata berkelas dunia, WITF 2026 dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Nusantara dengan para pengambil keputusan dan buyer internasional.

Sektor Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai penyelenggaraan tersebut dapat mendorong aktivitas sektor pariwisata Indonesia yang saat ini terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, hingga UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.

Meskipun dinamika geopolitik global membayangi sejak awal tahun, kinerja pariwisata Indonesia disebut tetap bertumbuh.

"Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa yang dihasilkan sangat besar, mencapai 8,43 miliar dolar Amerika Serikat atau 140,95 triliun rupiah pada semester I 2026," kata Widiyanti saat Konferensi Pers WITF di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus berfokus pada pengembangan quality tourism guna meningkatkan kualitas produk dan pengalaman wisata yang mendorong nilai pengeluaran wisatawan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui pengembangan marine tourism, seperti yacht, cruise, dan diving.

"Jadi yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat, meningkatkan kualitas produk, pada akhirnya meningkatkan nilai ekonomi dari setiap kunjungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujar dia.

Guna memperkuat dampak ekonomi tersebut, Kementerian Pariwisata bakal kembali menghadirkan Booth Wonderful Indonesia serta memfasilitasi program familiarization trip (fam trip). Program mega fam trip ini menargetkan 30 peserta dari sejumlah pasar potensial, mencakup Amerika Serikat, Eropa, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Ethiopia.

Dukungan dari pihak industri juga disampaikan Ketua Umum GIPI Hariyadi B.S. Sukamdani. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan promosi pariwisata Indonesia merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.

Dalam pameran tersebut, pihaknya menargetkan kehadiran 300 buyers internasional dari 35 negara.

"Tahun ini WITF akan dihadiri oleh lebih dari 300 buyers dari luar dan dalam negeri, termasuk corporate buyers, serta exhibitors dari puluhan provinsi sebagai bentuk keterwakilan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Dengan 35 negara asal buyers akan menjadikan WITF sebagai pasar untuk menjual produk wisata dan perjalanan di pasar global," tutur Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, Indonesia memiliki keunikan tersendiri di kawasan Asia Tenggara karena menjadi salah satu negara yang secara konsisten menggelar pameran B2B khusus untuk pasar inbound. Langkah ini diperkuat oleh soliditas 25 asosiasi pariwisata di bawah naungan GIPI serta dukungan dari berbagai mitra moda transportasi hingga sektor perbankan.

Di sisi lain, Jakarta kembali memegang peranan penting, tidak hanya sebagai tuan rumah pameran, tetapi juga sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia.

Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata menekankan bahwa penyelenggaraan ajang ini sekaligus menjadi momentum menyongsong lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang.

"Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, sebagai ibu kota dan salah satu pintu masuk utama Indonesia. Jakarta merupakan tempat di mana berbagai aktivitas ekonomi, bisnis, budaya, dan pariwisata bertemu. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai WITF sebagai sebuah B2B tourism trade show, Jakarta memiliki peran yang sangat penting. Jakarta menjadi tempat bertemunya dunia dengan Indonesia," terang Budi.

Budi merinci bahwa WITF 2026 dirancang sebagai B2B tourism marketplace yang menghadirkan ekosistem pariwisata Nusantara secara utuh. Ragam peserta mencakup tour operator, travel agent, perhotelan, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, hingga industri wellness.

"WITF bukan hanya sekadar sebuah pameran. WITF adalah mengenai koneksi. Koneksi antara Jakarta dan dunia, koneksi antara destinasi dan pasar, koneksi antara industri dan buyer. Dan yang paling penting, koneksi antara potensi pariwisata Indonesia dengan peluang nyata di pasar," beber dia.

Melalui rangkaian business matching yang mempertemukan international buyers dan domestic corporate buyers, WITF 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang sekaligus memperluas pasar produk pariwisata Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement