
Anak juga tetap perlu aktif bergerak. dr. Yogi menekankan bahwa aktivitas fisik merupakan bagian alami dari kehidupan anak.
Meskipun dalam situasi tertentu anak lebih banyak berada di dalam rumah, orangtua tetap perlu memberikan kegiatan yang membuat mereka aktif bergerak. Anak sebaiknya tidak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk atau berbaring di depan gadget maupun televisi.
Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan kondisi anak.
“Kemudian harus aktif bergerak. Anak itu, nature-nya itu dia bergerak dan aktif. Jadi jangan dibiarkan untuk mager di depan gadget atau TV, gitu ya. Tetap harus dikasih kegiatan yang dia aktif bergerak,” tutur dr. Yogi.
Untuk bayi, pemberian air susu ibu atau ASI juga menjadi perhatian penting. dr. Yogi menjelaskan bahwa ASI mengandung imunoglobulin yang diberikan ibu kepada bayi dan dapat membantu memberikan perlindungan bagi bayi. Karena itu, pemberian ASI menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan bayi.
“Kemudian, ASI untuk bayi itu penting banget ya. Karena dalam asih ada imunoglobulin yang diberikan oleh ibu ke bayi melalui ASI dan itu bisa membantu untuk melindungi si bayi,” kata dr. Yogi.
Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, orang tua juga perlu memperhatikan lingkungan tempat anak berada. Salah satunya adalah memastikan anak terhindar dari asap rokok.
Paparan asap rokok tidak hanya perlu diwaspadai ketika seseorang merokok secara langsung di dekat anak. Partikel dari asap rokok juga dapat menempel pada pakaian dan tubuh.
dr. Yogi menyarankan orang yang terpapar asap rokok di luar rumah untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan anak terpapar residu asap rokok yang terbawa pulang.
“Dan salah satu hal yang juga kadang-kadang terlewatkan adalah hindari asap rokok. Sekarang bukan cuma bapak-bapak, tapi ibu-ibu juga ya. Jadi, hindari asap rokok. Kalaupun misalnya di luar rumah kita terpapar dengan teman kerja atau di perjalanan dengan asap rokok, maka begitu sampai di rumah, pastikan sebelum menyentuh anak, kita mandi dulu yang bersih, ganti baju dan sebagainya, baru bertemu dengan anak,” jelas dr. Yogi.
“Karena, partikel-partikel dari asap rokok yang menempel, itu kemudian pada saat kita langsung menyentuh anak dan dia terhirup, maka dia menjadi pertain smoker. Dan pertain smoker itu sama bahayanya seperti rokok pasif,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.