Sebaliknya, bantal yang terlalu tipis saat tidur menyamping dapat membuat kepala turun di bawah posisi bahu. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan pada otot dan ligamen leher.
Tingkat kekerasan juga penting. Bantal yang terlalu lembut dapat kehilangan bentuk selama digunakan sehingga dukungannya berkurang. Sementara bantal yang terlalu keras bisa menimbulkan tekanan pada bagian tertentu.
Tidur tanpa bantal bukan berarti selalu buruk. Kondisi ini mungkin lebih sesuai bagi orang yang tidur tengkurap karena kepala dan leher dapat berada dalam posisi yang lebih datar.
Berg menjelaskan, tidur tengkurap tanpa bantal atau menggunakan bantal yang sangat tipis dapat mengurangi sudut tekukan leher dibandingkan jika menggunakan bantal tebal.
Meski demikian, Smith lebih menyarankan penggunaan bantal yang datar daripada menghilangkan penyangga sama sekali jika bantal yang digunakan saat ini terasa mengganggu.
Pada orang yang tidur menyamping, tidak menggunakan bantal justru dapat membuat kepala turun jauh di bawah bahu. Akibatnya, leher mendapatkan tekanan dari samping yang dapat memicu rasa sakit dan kaku.