Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hindari Ngopi saat Bangun Tidur, Ini Alasannya Menurut Ahli

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |07:05 WIB
Hindari Ngopi saat Bangun Tidur, Ini Alasannya Menurut Ahli
Ilustrasi hindari ngopi saat bangun tidur. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)
A
A
A

JAKARTA - Kopi biasanya menjadi minuman yang pertama dicari ketika orang bangun tidur. Namun ternyata, sebelum menyeruput kopi di pagi hari, ada satu kebiasaan sederhana yang bisa dicoba yaitu minum segelas air putih terlebih dahulu.

Dikutip dari Verywell Health, minum air setelah bangun tidur dapat membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama tidur. Tubuh tetap kehilangan air ketika tidur melalui pernapasan dan keringat.

Ahli gastroenterologi dari NYU Langone Health, Lisa Ganjhu, DO, merekomendasikan minum air tidak lama setelah bangun untuk membantu menggantikan cairan yang hilang. Hal itu karena dehidrasi dapat mempengaruhi kemampuan berpikir dan fokus sepanjang hari.

Minum Air Putih saat Bangun Tidur 

Ilustrasi minum air putih saat bangun tidur. (Foto: dok Magnific)
Ilustrasi minum air putih saat bangun tidur. (Foto: dok Magnific)

Minum air sebelum kopi juga berpotensi membantu orang yang sering mengalami masalah pada lambung setelah minum kopi. Air dapat membantu menggerakkan sistem pencernaan pada pagi hari. 

Air hangat bahkan disebut bisa membantu merangsang gerakan usus dan membuat otot saluran pencernaan lebih rileks. Bagi sebagian orang, minum air terlebih dahulu juga dapat mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman pada perut yang kemudian muncul setelah mengonsumsi kopi. 

Pasalnya, kopi bisa memicu rasa asam pada lambung pada orang-orang tertentu. Namun, efeknya tidak sama pada semua orang. 

Ada yang bisa minum kopi saat perut kosong tanpa masalah, dan ada pula yang mengalami refluks asam atau sensasi perut terasa asam.

Cairan Tubuh Perlu Dipenuhi Sepanjang Hari

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement