Contohnya, “Menurut kamu, kenapa mobil itu bisa berjalan?” atau “Kalau punya kekuatan super, kamu mau melakukan apa?”
Anak masih berada dalam proses belajar, jadi wajar jika pengucapan atau susunan katanya belum tepat. Daripada langsung mengoreksi, orang tua bisa mengulang kalimat anak dengan susunan yang benar.
Dengan begitu, anak tetap belajar tanpa merasa malu atau takut untuk berbicara.
Pada akhirnya, perkembangan bahasa anak bisa didukung lewat aktivitas sederhana sehari-hari. Semakin sering anak diajak berkomunikasi, membaca, bermain, dan bercerita, semakin banyak kesempatan bagi mereka untuk belajar menggunakan bahasa.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.