Anjing K-9 tidak bekerja sendirian. Setiap anjing biasanya didampingi handler atau pawang yang memahami perilaku, kemampuan, serta respons anjing ketika menjalankan tugas.
Honor handler profesional disebut dapat berkisar Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan. Biaya tersebut belum mencakup perlengkapan kerja serta pelatihan lanjutan yang diperlukan untuk menjaga kemampuan anjing dan pawang tetap optimal.
Tingginya nilai penggunaan K-9 juga berkaitan dengan kemampuan biologis yang dimilikinya. Anjing memiliki sekitar 220 juta hingga 300 juta reseptor penciuman, sedangkan manusia hanya memiliki sekitar 5 juta hingga 6 juta reseptor.
Kemampuan tersebut memungkinkan anjing terlatih mengenali aroma tertentu yang sulit dideteksi manusia. Dalam proses pelatihan, kemampuan penciuman ini dapat diarahkan untuk mengenali bau yang berkaitan dengan narkotika, bahan peledak, atau objek tertentu.
Salah satu metode yang digunakan adalah odor imprinting, yakni proses membiasakan anjing terhadap aroma target tertentu. Setelah terlatih, anjing dapat memberikan tanda ketika menemukan aroma yang dicari.