
Tak hanya mengandalkan penampilan, Audrey juga mengusung proyek Beauty with a Purpose (BWAP) dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Proyek ini berfokus pada kampanye energi terbarukan melalui pemanfaatan listrik tenaga surya.
“Jadi, untuk membawa project dari ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, kami sangat sekali mengangkat sustainable energy. Karena udah di tahun 2026, energi semakin limited, kita tidak punya energi tanpa batas,” jelas Audrey Bianca.
“Dan sebagai lulusan ilmu politik, saya sangat menekan sekali sustainable energy karena saya tidak hanya beranggapan bahwa hal ini bermanfaat bagi dunia, tetapi juga membantu penduduk desa dan banyak orang lainnya karena sustainable energy apalagi dalam bentuk panel surya, itu lebih hemat dan lebih berkelanjutan menurut saya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Audrey Bianca mengungkapkan bahwa persiapan dirinya menuju Miss World 2026 sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Tepatnya, usai dirinya ditetapkan menjadi Miss Indonesia 2025.
“Jadi, sudah setahun sejak saya memenangkan gelar Miss Indonesia, dan sudah setahun pula saya menjalani persiapan untuk Miss World. Saya bersama tim Miss Indonesia, Star Media Nusantara, dan VVIP Skin Center telah melakukan segalanya, dan saya sangat yakin bahwa saya siap untuk berangkat ke Miss World,” ungkap dia.
Di antara seluruh persiapan, kesiapan mental, fisik, serta kematangan proyek sosial di Sumba menjadi senjata utama Audrey untuk memikat hati dewan juri.
“Selain kesiapan mental dan fisik, proyek Beauty with a Purpose di Sumba menjadi kunci utama persiapan kami. Saya sangat bangga bisa membawa proyek sosial ini ke panggung internasional,” pungkas Audrey.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.