Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebiasaan Gen Z yang Ganggu Kesehatan Jantung

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |22:09 WIB
Kebiasaan Gen Z yang Ganggu Kesehatan Jantung
Kebiasaan Gen Z yang Ganggu Kesehatan Jantung (Foto: Freepik)
A
A
A

Risiko tersebut dapat semakin besar apabila kebiasaan mengonsumsi makanan manis dibarengi dengan konsumsi makanan cepat saji (fast food) dan makanan ultra-proses (ultra-processed food/UPF) yang tinggi garam.

"Makanan cepat saji dan UPF tinggi akan garam. Kelebihan konsumsi garam harian (lebih dari 5 gram/hari) meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi yang tidak dikontrol bisa berujung pada sakit jantung," tambah dr. Bobby.

Tak hanya pola makan, kurangnya aktivitas fisik atau sedentary lifestyle juga dapat memengaruhi kesehatan jantung pada usia produktif. Minimnya aktivitas fisik secara konsisten dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak tubuh hingga obesitas.

"Gen Z yang hobinya mager dan tidak ada waktu khusus olahraga, lingkar perutnya akan bertambah. Lama-lama ini memicu sindrom metabolik. Jantung yang tidak pernah dilatih dengan olahraga kardio sangat rentan sakit. Makin gemuk seseorang, kerja jantungnya pun makin berat," jelasnya.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejumlah faktor risiko tersebut dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung kronis yang pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi gagal jantung. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai penyakit, termasuk penyakit arteri koroner akibat penyumbatan pembuluh darah, hipertensi, penyakit ginjal, hingga diabetes melitus.

Penyakit jantung juga menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian pemerintah. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengungkapkan bahwa penyakit jantung termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement