Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Burnout Bisa Picu Nirempati?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |22:10 WIB
Benarkah Burnout Bisa Picu Nirempati?
Benarkah Burnout Bisa Picu Nirempati? (Foto: Freepik)
A
A
A

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa semakin tinggi tingkat burnout, semakin rendah pula tingkat empati klinis yang dimiliki tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri agar mereka tidak semakin terbebani secara emosional.

Apakah Empati Justru Memicu Burnout?

Di sisi lain, terdapat pandangan yang menyebut empati berlebihan juga berpotensi memicu kelelahan emosional.

Konsep ini dikenal sebagai compassion fatigue atau kelelahan empati, yaitu kondisi ketika seseorang terlalu sering terpapar penderitaan orang lain hingga mengalami tekanan psikologis. Dalam praktik pelayanan kesehatan, situasi tersebut bisa terjadi ketika tenaga medis terus-menerus menghadapi pasien dengan kondisi berat tanpa memiliki ruang pemulihan yang memadai.

Meski demikian, para peneliti menilai kondisi tersebut lebih berkaitan dengan empati yang bersifat emosional, bukan empati klinis yang tetap menjaga batas profesional.

Empati Justru Bisa Melindungi dari Burnout

Sejumlah ahli berpendapat bahwa empati yang diterapkan secara tepat justru dapat membantu mencegah burnout.

Dengan memahami kondisi pasien tanpa larut dalam emosinya, tenaga kesehatan dinilai lebih mudah menemukan makna dalam pekerjaannya. Pendekatan ini juga mendorong refleksi diri, meningkatkan kepuasan kerja, dan mengurangi stres yang muncul akibat tekanan profesi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement