JAKARTA – Pemerintah mulai memperluas manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Jika sebelumnya layanan ini berfokus pada deteksi dini penyakit melalui skrining, kini peserta yang terdiagnosis penyakit tertentu juga akan langsung mendapatkan pengobatan sebagai bagian dari tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program CKG kini tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan peserta memperoleh penanganan yang tepat agar kualitas kesehatannya meningkat.
"Tahun lalu kita fokusnya ke ngeceknya. Tahun ini kita fokus mulai tata laksananya, pengobatannya, perawatannya," kata Budi dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis, Selasa (4/8/2026).
Pada tahap awal, Kementerian Kesehatan akan memprioritaskan penanganan tiga penyakit yang menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, yakni hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Menurut Budi, ketiga kondisi tersebut merupakan pemicu utama penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia.
"Kita akan konsentrasi ke tiga dulu, yaitu mengobati tekanan darah yang tinggi, mengobati gula darah yang tinggi, dan mengobati lemak darah atau kolesterol yang tinggi," ujarnya.
Ia menjelaskan, pengendalian ketiga faktor risiko tersebut sejak dini diyakini dapat menurunkan angka kejadian stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Saat ini, usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 74 tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 76 tahun pada 2029.
"Targetnya dari Bapak Presiden Prabowo adalah menaikkan rata-rata usia hidup menjadi 76 tahun. Karena stroke, jantung, ginjal adalah pembunuh utama, kalau tiga ini bisa kita turunkan, cita-cita kita menaikkan rata-rata usia hidup Indonesia akan lebih baik," katanya.
Sebagai tindak lanjut hasil skrining, peserta yang terdiagnosis hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi akan memperoleh obat gratis untuk kebutuhan selama 15 hari. Selanjutnya, pengobatan akan diteruskan melalui skema layanan BPJS Kesehatan.
Kementerian Kesehatan berharap penguatan program ini dapat mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini sekaligus pencegahan penyakit kronis.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.