Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Rasa Susu Kemasan Tanpa Gula Tambahan Tetap Terasa Manis?

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |21:10 WIB
Kenapa Rasa Susu Kemasan Tanpa Gula Tambahan Tetap Terasa Manis?
Kenapa Rasa Susu Kemasan Tanpa Gula Tambahan Tetap Terasa Manis? (Foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA — Banyak orang mengira susu kemasan berlabel tanpa gula tambahan seharusnya tidak memiliki rasa manis. Padahal, menurut dokter, rasa manis pada produk tersebut bisa berasal dari gula alami susu maupun pemanis rendah kalori, sehingga bukan berarti produsen menambahkan gula pasir ke dalamnya.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagram miliknya menjelaskan bahwa rasa manis pada susu tanpa gula tambahan bukanlah sekadar strategi pemasaran, melainkan berasal dari kandungan alami susu serta penggunaan pemanis alami.

“Katanya minuman ini beneran nggak ada gula tambahannya? Apakah ini cuma akal-akalan doang? Nah, coba kita lihat bareng-bareng di labelnya. Sukrosa alias gula pasir, nol. Laktosa, gula alami yang ada di susu juga, nol. Gula yang kebaca di label itu dari mana? Itu kemungkinan gula alami dari susunya sendiri, bukan gula tambahan," kata dr. Cecep.

Gula Alami

Ia menjelaskan bahwa laktosa atau gula alami pada susu dalam beberapa produk telah melalui proses pemecahan menjadi molekul yang lebih sederhana. Proses tersebut membuat laktosa lebih mudah dicerna sekaligus tetap memberikan sensasi rasa manis.

"Laktosanya sendiri udah dipecah jadi bagian yang lebih kecil, jadi lebih gampang dicerna. Ini juga yang bikin sebagian orang enggak gampang kembung atau mules kayak biasanya kalau minum susu," jelasnya.

Selain berasal dari gula alami susu, rasa manis juga dapat diperoleh dari pemanis alami, seperti stevia, yang tidak mengandung kalori. Kombinasi tersebut membuat cita rasa susu tetap nikmat tanpa tambahan gula pasir.

“Manisnya sendiri dibantu stevia, pemanis dari daun, nol kalori. Rasanya gimana? Cokelatnya masih terasa kok, nggak eneg," tutur dr. Cecep.

Meski dinilai lebih baik bagi orang yang sedang mengurangi konsumsi gula tambahan, dr. Cecep mengingatkan agar masyarakat tidak salah memahami informasi pada label kemasan. Menurutnya, label "tanpa gula tambahan" (no added sugar) tidak sama dengan "bebas gula" (zero sugar).

Karena itu, masyarakat tetap disarankan mengonsumsi produk tersebut secara bijak sesuai kebutuhan harian.

“Tapi kita jujur ya, ini tetap ada gula alami dari susunya, bukan produk bebas gula total. Jadi tetap konsumsinya harus bijak. Cuma buat kalian yang lagi ngerem gula tambahan, susu cokelat kayak gini jelas lebih masuk akal dibanding yang pakai gula pasir," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement