Dalam acara pembukaan program tersebut, Cui menekankan pentingnya nilai bakti kepada orang tua. Ia menyebut rasa hormat kepada ayah dan ibu sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter seseorang.
Di hadapan para peserta, Cui kemudian menceritakan pengalaman saat memecat seorang karyawan yang tidak mengundang ibunya ke pesta pernikahan karena merasa malu dengan penampilan sang ibu.
Ayah karyawan tersebut diketahui telah meninggal dunia ketika ia masih berusia dua tahun. Menurut Cui, tindakan mengabaikan ibu yang telah membesarkannya merupakan sikap yang tidak dapat diterima.
"Ayahmu meninggal saat kamu berusia dua tahun, dan beginikah caramu memperlakukan ibumu?" ujar Cui kepada karyawan tersebut sebelum memutuskan untuk memberhentikannya.
Tak lama setelah dipecat, pria itu dikabarkan kembali menemui Cui untuk meminta maaf. Ia bahkan berlutut sambil memohon agar diterima bekerja kembali setelah kesulitan memperoleh pekerjaan baru. Namun, Cui tetap menolak permintaan tersebut.