Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Sering Makan MSG Bisa Bikin Bodoh?

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |07:09 WIB
Apakah Sering Makan MSG Bisa Bikin Bodoh?
Apakah Sering Makan MSG Bisa Bikin Bodoh? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Anggapan bahwa konsumsi MSG atau micin dapat membuat seseorang menjadi "bodoh" masih kerap beredar di masyarakat. Dokter menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Dampak utama konsumsi MSG berlebihan justru lebih berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, bukan penurunan fungsi otak.

Istilah "Generasi Micin" sempat populer beberapa tahun lalu sebagai julukan yang ditujukan kepada Generasi Z (Gen Z). Julukan tersebut muncul sebagai sindiran yang mengaitkan pola pikir generasi muda dengan anggapan bahwa terlalu banyak mengonsumsi MSG dapat memengaruhi kecerdasan.

Padahal, secara medis, konsumsi monosodium glutamat (MSG) tidak terbukti memengaruhi fungsi maupun kemampuan otak. Hal itu disampaikan dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya.

"Sebelum nyampe ke otak, orangnya udah hipertensi dulu. Konsumsi MSG atau monosodium glutamat terlalu berlebihan itu efeknya sama kayak garam, karena sifatnya menarik air," kata dr. Tirta.

Dampak MSG

Menurutnya, MSG memiliki karakteristik yang mirip dengan garam karena sama-sama dapat menarik air. Jika dikonsumsi secara berlebihan, keduanya berpotensi meningkatkan risiko hipertensi.

"Jadi, konsumsi MSG berlebihan itu akan membuat kalian cenderung mengalami faktor risiko utama menjadi tekanan darah tinggi, walau itu slight atau mild," jelasnya.

Dr. Tirta menilai anggapan bahwa MSG dapat memengaruhi fungsi otak hingga membuat seseorang menjadi "bodoh" merupakan kesimpulan yang keliru. Menurutnya, jika pun ingin menimbulkan dampak langsung pada otak, jumlah MSG yang dikonsumsi harus berada pada tingkat yang sangat ekstrem dan tidak realistis dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai ilustrasi, ia menyebut seseorang harus mengonsumsi sekitar satu kilogram MSG dalam sehari, sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan.

"Jadi ya, buat kawan-kawan semua ya, sebenarnya terlalu banyak MSG terus membuat goblok itu jauh banget hubungannya dan harus dalam jumlah yang sangat besar," tutur dr. Tirta.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat agar membatasi konsumsi MSG dalam jumlah wajar. Pasalnya, penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu, MSG sejatinya hanya berfungsi sebagai penguat cita rasa sehingga tidak perlu digunakan secara berlebihan dalam masakan.

"Jadi, teman-teman, MSG itu konsumsinya harus dibatasi per hari, karena berisiko menyebabkan gangguan hipertensi. Udah, itu aja. Dan MSG itu kan sebenarnya penguat rasa. Rasa manis jadi sangat manis, rasa gurih jadi sangat gurih," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement