"Meskipun plak pembuluh darah jantung ditemukan lebih banyak pada pelari, tidak terbukti terdapat peningkatan angka serangan jantung maupun kematian secara umum. Malah olahraga endurance, termasuk lari, diketahui berasosiasi dengan peningkatan usia harapan hidup," tegasnya.
Sebagai penutup, ia mengimbau masyarakat tetap menjalani gaya hidup aktif dan tidak langsung menyimpulkan bahwa olahraga lari berbahaya hanya berdasarkan temuan mengenai plak pada pembuluh darah.
"Kesimpulannya, olahraga endurance, termasuk lari, memang berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun, kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung maupun kematian. Justru lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup," pungkas dr. Adam.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.