Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Suka Skip Sunscreen? Ini Risiko yang Bisa Terjadi pada Kulitmu

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |10:00 WIB
Masih Suka Skip Sunscreen? Ini Risiko yang Bisa Terjadi pada Kulitmu
Ilustrasi pakai sunscreen. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Memakai sunscreen atau tabir surya setiap hari itu adalah sebuah kebutuhan yang esensial, bukan sesuatu yang berlebihan. Walaupun cuaca sedang mendung atau kamu hanya berada di dalam mobil, sinar ultraviolet (UV) tetap bisa menembus kaca. 

Paparan sinar matahari selama 15 menit saja sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan dan memicu kanker kulit dalam jangka panjang. Jadi, pastikan kamu mengoleskannya ke wajah, leher, dada, telinga, dan tangan.

Tips Memilih Sunscreen yang Tepat

Melansir Healthline, para ahli kulit mengingatkan untuk memilih sunscreen dengan kriteria sebagai berikut:

  • Minimal SPF 30+ dan berlabel spektrum luas (broad spectrum) untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.
  • Tahan air (water-resistant). Sunscreen terbagi menjadi dua jenis, yaitu kimiawi (menyaring sinar UV) dan fisik/mineral (memblokir sinar UV). Sunscreen berbasis mineral (mengandung zinc oxide atau titanium dioxide) lebih disarankan, terutama kalau kamu punya kulit sensitif atau mudah berjerawat, karena lebih aman dan jarang memicu iritasi. Hindari juga produk berbasis minyak jika kulitmu mudah berjerawat.

Manfaat Pakai Sunscreen

Melindungi diri dari kanker kulit adalah alasan utamanya, tetapi masih banyak manfaat tambahan lainnya:

  • Mencegah munculnya keriput atau garis halus.
  • Memudarkan bekas luka
  • Melindungi kulit dari paparan sinar biru gawai (seperti ponsel atau tablet) yang dalam jangka panjang dapat memicu hiperpigmentasi atau flek hitam.

Mitos Penting Seputar Sunscreen

1. Kulit gelap tidak butuh sunscreen

Ini adalah mitos yang sangat berbahaya. Angka kematian akibat kanker kulit justru cukup tinggi pada orang kulit berwarna, sering kali karena terlambat didiagnosis. 

Semua jenis dan warna kulit bisa mengalami penuaan dini dan kanker kulit. Kalau kamu takut efek residu putih (white cast), sekarang sudah banyak merek sunscreen yang diformulasikan khusus agar menyatu sempurna tanpa mengubah warna kulit.

2. Sunscreen bikin kekurangan Vitamin D

Penelitian menunjukkan belum ada bukti yang cukup bahwa pemakaian tabir surya menghalangi produksi vitamin D. Kalau kamu khawatir kekurangan vitamin D, kamu selalu bisa mengonsumsi suplemen atau mendapatkannya lewat makanan sehat seperti salmon dan kuning telur.

3. Riasan wajah dengan SPF sudah cukup 

Kandungan SPF yang ada di dalam produk makeup biasanya tidak cukup tebal untuk melindungi wajah. Sebaiknya, tetap oleskan sunscreen khusus, biarkan meresap ke dalam kulit, baru aplikasikan riasanmu.

Kesimpulannya, memakai sunscreen memang wajib, tetapi kamu tetap disarankan menambah perlindungan ekstra. Jangan lupa mengoleskan ulang setiap 2 jam sekali, gunakan topi bertepi lebar, berteduhlah jika memungkinkan, dan kurangi paparan langsung saat matahari sedang sangat terik di antara pukul 10 pagi hingga 2 siang.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement