Sistem kelenjar keringat bayi belum bekerja dengan sempurna, sehingga mereka kesulitan mengatur suhu tubuh. Mengoleskan krim di area kulit yang luas bisa saja menyumbat pori-pori dan membuat mereka kepanasan, karena keringat tidak bisa keluar dengan lancar.
Sinar matahari yang terik tidak hanya berisiko membakar kulit bayi (yang jumlah melaninnya masih sedikit), tetapi juga memicu dehidrasi dan kepanasan yang fatal. Sunscreen mungkin bisa melindungi kulit dari sinar UV, tetapi tidak bisa melindungi bayi dari udara yang panas.
Mengingat risiko di atas, pelindung fisik menjadi solusi yang 100 persen aman dan bebas bahan kimia untuk melindungi si kecil. Beberapa cara perlindungan yang sangat dianjurkan dokter anak meliputi:
Apabila kamu harus membawa bayi ke luar ruangan dan sama sekali tidak ada tempat untuk berteduh, dokter memperbolehkan pemakaian sedikit sunscreen khusus bayi di area kecil yang terbuka, seperti wajah (hindari area mata) dan punggung tangan.
Namun, ini hanya boleh dijadikan sebagai pilihan terakhir. Pastikan kamu memakai sunscreen jenis mineral (fisik) yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide karena lebih aman untuk kulit sensitif.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.