Perubahan tersebut dikaitkan dengan kondisi metabolik yang lebih baik serta kemampuan otak yang lebih optimal. Meski demikian, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa hubungan tersebut bersifat sebab-akibat.
"Perlu diingat, penelitian ini sifatnya masih dalam tahap perubahan genetik dalam bentuk metilasi pada sperma calon ayah yang rutin berolahraga. Belum ada bukti penelitian yang langsung menunjukkan hubungan sebab-akibatnya," jelasnya.
Menurut dr. Adam, temuan tersebut memberikan gambaran bahwa manfaat olahraga sebelum memiliki anak berpotensi lebih luas dari yang selama ini dipahami.
"Olahraga yang dilakukan oleh calon ayah ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan metabolik dan kemampuan otak calon anaknya," ujar dr. Adam.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.